Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

Banyuwangi – Pohon pisang di Dusun Krajan, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, ini mengundang perhatian warga. Pasalnya, pohon yang ada di halaman milik H Eko Siswanto ini memiliki 7 tandan.

Pohon pisang unik tersebut pertama kali diketahui oleh Sapuan (50), salah seorang karyawan H Eko, sepekan lalu. Selanjutnya, kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Warga yang penasaran akhirnya berduyun-duyun ke lokasi untuk melihatnya secara langsung.

“Saya diberitahu karyawan, kalau ada pohon pisang saya berbuah dengan 7 tandan,” jelas H Eko pada detiksurabaya.com, Minggu (20/12/2009).

Menurut Sapuan, pohon pisang tersebut ditanam atas perintah H Eko. Tujuannya untuk mencegah lahan di sisi timur penggilingan yang berdekatan dengan sungai longsor. Sapuan tak menyangka jika bibit pisang yang diambilnya dari pekarangan rumahnya tersebut akan berbuah sebanyak itu.

“Saya tidak menyangka kalau pisang itu akan berbuah seperti itu. Bibitnya saja saya ambil anakkan pohon pisang yang ada di rumah,” ungkap Sapuan.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, ketujuh tandan yang lengkap dengan tongkolnya tersebut tumbuh di satu tempat. Yakni dibagian ujung atas pohon pisang. Ditiap tandannya rata-rata ada sekitar 20 buah pisang.

Ukuran buahnya pun normal, layaknya ukuran buah pisang sejenis, yakni jenis Raja. Diperkirakan pisang ini akan masuk fase matang 3 bulan kedepan.

(bdh/bdh)

Sumber : http://surabaya.detik.com

Read Full Post »

sebuah kisah dari milis tetangga…

Ketika pulang tugas audit dari surabaya Kereta Argo angrek yang saya tumpangi dari Stasiun Pasar turi surabaya perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, karena sudah di jemput oleh keluarga. suasana jatinegara penuh sesak seperti biasa.

Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka kebanyakan berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.

Tiba-tiba terdengar suara anak kecil membuyarkan keasyikan saya mengamati perilaku orang-orang di Jatinegara. Saya lihat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan kehidupan yang berat baginya.

Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal dan robek-robek disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi. “Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya melihat orang-orang di luar kereta. “Maaf, apakah air minum itu sudah tidak bapak butuhkan ?” katanya dengan penuh sopan sambil jarinya menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum samping jendela. Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum dalam kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya bahkan sudah tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya minta air minum dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi yang diberikan oleh pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan makan di rumah.

“Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil memberikan air minum kemasan gelas kepada bocah itu. Diterimanya air itu dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.

Beberapa menit kemudian, saya lihat dari balik jendela kereta, bocah tadi berjalan beririringan dengan 3 orang temannya. Masing-masing membawa tas kresek di tangannya. Ke empat anak itu kemudian duduk melingkar dilantai emplasemen. Mereka duduk begitu saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai yang terlihat kotor. Masing- masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing.

Setelah saya perhatikan, rupanya isinya adalah “harta karun” yang mereka temukan di atas kereta. Saya lihat ada roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga separuh; sisa nasi catering kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !

Selanjutnya dengan rukun mereka saling berbagi “harta karun” temuan mereka dari kereta. Saya lihat bocah paling besar menciumi nasi bekas catering kereta untuk memastikan apakah sudah basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, kotak nasi itu kemudian disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa tersebut juga dibaui. Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil mengangkat tinggi-tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng itu sudah tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang.

Tapi si bocah tidak peduli, dengan lahap paha ayam itu dimakannya. Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka makan dengan penuh lahap. Sungguh, sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta kemudian diakhiri dengan berbagi air minum dalam kemasan gelas !

Menyaksikan itu semua, saya jadi tertegun. Saya lihat sendiri persis di depan mata, potret anak-anak kurang beruntung yang mencoba bertahan dari kerasnya kehidupan. Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari itu. Hidup adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri.

Cita-cita ?
Masa Depan ? Lebih absurd lagi.

Bagi saya pribadi, pelajaran berharga yang saya petik adalah, bahwa saya harus makin pandai bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Dan tidak lagi memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti misalnya: air minum kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita sepele, bagi orang lain sangat berarti.

Sumber: Gani, Kisah-kisah Inspiratif

Read Full Post »

Sebuah penelitian dilakukan terhadap penggunaan netbook. Hasilnya, ada 9 posisi penggunaan netbook yang menyakitkan dan 1 posisi yang paling nikmat. Apa saja?

Seorang profesor di Savannah College of Art & Design (SCAD), Dave Malouf, membeberkan hasil serangkaian riset yang disponsori oleh Freescale Semiconductor.

Sang sponsor adalah produsen prosesor berbasis ARM yang salah satunya bersaing dengan Intel Atom. Oleh karena itu, dalam beberapa studi yang disponsori Freescale, para mahasiswa menelaah desain dan penggunaan netbook.

Salah satu hasilnya, seperti dikutip detikINET dari Core77, Jumat (18/12/2009), adalah posisi penggunaan Netbook yang paling nyaman.

Namun selain posisi paling nyaman alias posisi enak itu, ada juga 9 posisi yang menimbulkan kesakitan. Berikut adalah 10 posisi penggunaan Netbook yang diteliti:

Posisi Sakit:

  1. Netbook digunakan di atas ranjang. Posisi pengguna duduk dengan disangga oleh bantal. Netbook berada di atas perut/pinggul, kedua kaki saling menyilang. Posisi ini akan membuat sakit pada pergelangan tangan dan mata.
  2. Masih di ranjang, kali ini Netbook digunakan di atas perut sambil terlentang dan kepala disangga bantal. Hasilnya, leher belakang dan pergelangan tangan akan jadi korban.
  3. Sambil tengkurap di atas ranjang atau permukaan empuk lainnya. Netbook di letakkan di atas ranjang dan disentuh dengan tangan yang bertumpu pada siku. Ini akan ‘mengorbankan’ pergelangan tangan dan bahu.
  4. Posisi yang juga tak nyaman adalah menggunakan Netbook di atas pangkuan dalam posisi bersila. Leher belakang dan pergelangan tangan juga akan pegal di posisi ini.
  5. Berikutnya adalah posisi ‘duduk di bar’. Pengguna duduk di atas kursi dengan Netbook di atas meja yang sedikit lebih tinggi dari posisi paha. Akibatnya, pergelangan tangan dan bahu akan sakit.
  6. Variasi dari ‘bersila di atas matras’, adalah dengan meletakkan Netbook di hadapan pengguna, bukan di atas pangkuan. Akses tangan memang jadi lebih leluasa, tapi punggung bawah dan pergelangan akan terkena dampaknya.
  7. Menggunakan Netbook sambil duduk juga berisiko menimbulkan rasa sakit jika Netbook diletakkan di atas pangkuan. Bagian leher pengguna yang akan merasakan ‘pahit’-nya posisi ini.
  8. Standing position juga bisa dilakukan terhadap Netbook. Misalnya dengan meletakkannya di atas meja atau permukaan lainnya. Tapi ini akan menyerang leher, mata dan pergelangan tangan sekaligus.
  9. Posisi darurat dengan memegang Netbook di satu tangan dan menggunakannya sambil berdiri juga akan menghasilkan rasa sakit. Terutama, pada pergelangan tangan yang menyangga Netbook dan bahu.

Posisi Enak:

  1. Nah, dalam studi tersebut, terungkap bahwa posisi paling enak menggunakan Netbook adalah di atas ranjang. Caranya: Baringkan tubuh di atas ranjang, sangga bagian belakang kepala dan bahu dengan bantal. Letakkan Netbook di atas pangkuan dengan posisi kaki ditekuk untuk menaikkan layar agar sejajar dengan mata.

Benarkah posisi itu yang paling nyaman? Coba saja buktikan sendiri

Sumber: http://www.detikinet.com

Read Full Post »

KOMPAS.com – Penonton setia acara Nanny 911 pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para nanny yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.

Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. Aturan-aturan ini ia buat bersama salah seorang sahabatnya, Nanny Deb, yang juga ikut dalam acara tersebut. Pengalamannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengasuh anak, ditambah pendidikannya selama 2 tahun di National Nursery Education Board membuatnya percaya diri untuk menerbitkan 11 aturan dasar ini. Menurutnya, aturan dasar ini lintas usia, lintas negara, tidak situasional, tidak emosional, absolut, dan dibuat untuk menghindari tindakan-tindakan buruk yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Berikut adalah 11 aturan tersebut, yang disampaikan Nanny Stella dalam seminarnya di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (7/12/09) lalu.

1. Bersikap konsisten
Tidak artinya tidak. Ya, artinya ya. Jika Anda ingin memberlakukan “timeout” kepada anak Anda, lakukanlah. Jangan berhenti atau membatalkan hal tersebut hanya karena ada gangguan.

2. Setiap tindakan punya konsekuensi
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku buruk mendapat hukuman. Berikan penjelasan jika memang ada imbalan untuk sesuatu yang baik yang ia lakukan, atau hukuman jika ia melakukan kesalahan. Misal, Anda sekeluarga akan berlibur ke tempat liburan yang menyenangkan jika anak bisa meraih angka bagus di rapor. Atau, jika malas belajar, ia akan tinggal kelas.

3. Katakan seperti apa yang Anda inginkan
Berpikirlah sebelum bicara, atau rasakan akibatnya. Jika si anak pernah melanggar perintah Anda, maka hukumannya pun harus jelas, dan Anda harus melakukan hukuman tersebut. Jika Anda melanggar sistem ganjaran Anda sendiri, maka si anak akan terbiasa mengabaikan hukuman yang Anda tetapkan untuk hal-hal lain. Bersiaplah, karena hal ini akan berujung pada pembangkangan.

4. Orangtua bekerja sama sebagai satu tim
Kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun. Ini tak hanya berlaku untuk Anda dan pasangan saja, tetapi juga untuk semua orang yang berada di tempat Anda membesarkan si anak. Entah itu pengasuh, ibu-ayah, kakek-nenek, paman-bibi, semua yang terlibat dengan si anak. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.

5. Jangan berjanji jika tak bisa ditepati
Kalau Anda menjanjikan sesuatu kepada si anak, pastikan janji tersebut terpenuhi. Jika Anda tak pasti bisa memberikan janji tersebut kepada anak, lebih baik jangan dikatakan. Karena ingkar janji bisa jadi hal yang sangat menyakitkan untuk anak.

6. Dengarkan anak-anak Anda
Akui perasaan mereka. Katakan, “Ibu mengerti”, tapi ucapkan dengan sungguh-sungguh, lalu luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan Anda. Karena mereka butuh orang yang bisa dan mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Jika mereka bersandar kepada orang yang salah, hasilnya bisa menjadi hal yang tak benar untuknya. Cobalah untuk menjadi sahabat mereka dan dengarkan apa yang mereka rasakan. Rasakan nikmatnya menjadi orang terdekat yang mengerti mereka.

7. Tentukan rutinitas
Rutinitas membuat anak Anda merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki. Namun tak selalu berarti harus mengikuti jadwal sesuai jam. “Rutinitas itu penting, agar anak-anak jadi tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tak perlu berdasarkan jam, berdasarkan rutinitas juga bisa. Dengan demikian mereka belajar keteraturan. Misalnya, usai bermain di sore hari, mereka mandi, makan malam, sikat gigi, cuci kaki, lalu tidur,” ujar Nanny Stella.

8. Rasa hormat berlaku dua arah
Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda. Hukumnya “perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan”. Menghormati mereka dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka tanpa menunda, juga mendengarkan apa yang mereka ingin katakan.

9.Penguatan positif lebih baik dari penguatan negatif
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan. Lebih baik mengucapkan penguatan positif kepadanya untuk menyampaikan maksud Anda, bukan menunjuk ke suatu kata sifat yang melabeli. Misalnya, “Mama senang sekali melihat usaha kamu meningkatkan nilai Matematika kamu” lebih baik ketimbang, “Kamu pintar. Nilai Matematika kamu sudah naik 1 angka di rapor”. Ketika Anda melabeli suatu titik, ia akan berhenti di sana dan tidak berusaha untuk berkembang.

10. Tingkah laku adalah hal yang universal
Tingkah laku yang baik diterima oleh siapa pun. Contohkan padanya untuk mengucapkan “terima kasih, tolong, atau maaf” kepada orang-orang yang bersinggungan. Di mana pun, sopan-santun selalu diperlukan. Ajarkan tata krama kepadanya lewat tindakan Anda. Anak seperti kaset kosong yang merekam apa pun yang mereka lihat dari orang-orang, atau apa yang ia saksikan. Maka, berikan contoh terbaik kepadanya.

11. Definisikan peran Anda sebagai orangtua
Bukan tugas Anda untuk membuat anak menempel pada Anda. Tugas Anda adalah mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar, dan membiarkannya menjadi diri sendiri. Jangan selalu menempel dan membantunya mengerjakan segala hal. Sesekali ia pun harus belajar menghadapi rasa sakit hati, rasa gagal, juga rasa tak mampu. Ini penting agar ia bisa mencari jalan untuk mengatasi keterbatasannya.

NAD

Read Full Post »

Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang “ditulisnya” secara sangat istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).

Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut ‘locked-in syndrome’, kelumpuhan total yang disebutnya ‘seperti pikiran di dalam botol’.
Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.

Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main”, kata Anda. Ya,itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya.

Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari.

Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi, “Berapapun problem dan stress dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”

Apa yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu?
“I would be the happiest man in the world if I could just properly swallow the saliva that permanently invades my mouth”.

Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu :-(. Jadi kita yang masih bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie yang Rp 3.500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.

Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi penderita ‘locked-in syndrome’ untuk membantu keluarga penderita. Ia juga menjadi “bintang film” alias memegang peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya. Ia merencanakan buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti yang dikehendaki to celebrate life’, to do something good for others. (Untuk ‘merayakan’ kehidupan, untuk melakukan kebaikan bagi orang lain)

Jadi, betapapun kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku, mereka yang sedang di-PHK, Saya yakin kita masih bisa menelan ludah.

Semoga kita semua tidak terus menjadi whiner, pengeluh abadi, manusia yang sukar puas.

Kata orang bijak, “Think and Thank”, berfikirlah dan kemudian bersyukurlah.

Sumber:  Susilo T – “Kisah-kisah Inspiratif”

Read Full Post »

Ini dia gambar dan spesifikasi yang kami temukan di beberapa website luar. ZTE GC990 yang dinamakan di Indonesia ternyata berbeda penamaannya di luar, menurut website diluar ZTE dengan kode X990 ini baru saja disetujui oleh FCC.

Kalau dilihat ponsel kami yakin 90% ini lah GC990 yang akan beredar di Indonesia hari ini. Ini lah spesifkasi GC990 :

  • Qwerty Keypad
  • Bluetooth
  • Mp3 Player
  • FM Radio
  • Web Browser (Dedicated key)
  • Kamera 2MP
  • GSM/CDMA

Pameran akan diadakan di  beberapa kota dengan harga spesial dari ZTE selama pameran 888rb.

  • Senayan Trade Center LG, 11 des
  • Bandung BEC: tanggal 13,14,15 des
  • Surabaya, Plaza Surabaya: 16,17,18 des
  • Bali, Pantai Kuta : 19 des

Berikut foto-foto dari kembarannya X990

[Foto oleh FCC]

Sumber: http://www.kassa9.com

Read Full Post »

Sebuah browser mobile baru telah hadir, yaitu Skyfire 1.5. Aplikasi penjelajah internet mobile ini kompatibel dengan perangkat berbasis Windows Mobile, dan bisa menjadi alternatif bagi Internet Explorer Mobile 6 yang terpasang pada perangkat Windows Mobile terbaru. Skyfire juga dapat beroperasi dengan cepat, dan mendapat pujian dari beberapa media seperti TechRadar dan PocketPicks.

Skyfire 1.5 mendukung flash 10 versi utuh, sedangkan IE Mobile 6 hanya mendukung Flash Lite 3.1. Selain itu, aplikasi ini juga mendukung Silverlight, pesaing flash, yang ironisnya belum didukung oleh IE Mobile sendiri. Skyfire 1.5 juga mendukung AJAX untuk menampilkan aplikasi web yang lebih dinamis.

Dukungan untuk layar sentuh juga ada, termasuk untuk layar resolusi rendah, hingga ukuran VGA dan WVGA. Menariknya, browser ini disediakan secara gratis. Skyfire saat ini sedang menggodok perjanjian bagi hasil iklan dengan perusahaan seperti Google dan Microsoft/Yahoo, meski belum disebutkan partner yang definitif.Skyfire 1.5 juga telah tersedia untuk Symbian S60 Edisi 3, sedangkan untuk S60 Edisi 5 dijadwalkan akan muncul bulan Januari 2010 nanti.

Untuk mengunduh dan mencobanya, silakan kunjungi http://get.skyfire.com/

Sumber: hamdan, http://www.kassa9.com

Read Full Post »

Older Posts »