Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2009

Suatu hari terjadi kecelakaan sepeda motor di depan rumah Dokter Michael, yang sangat terkenal karena ahli menyembuhkan.

Orang yang terjatuh dari sepeda motor itu ditolong oleh seorang Polisi. Lalu terjadilah dialog:

Polisi: “Wah… untung bapak jatuh tepat di depan rumah Dokter Michael yang terkenal itu, jadi saya tidak perlu repot-repot membawa bapak ke rumah sakit. Sebentar ya Pak! saya panggilkan Dokter Michael…”

Lalu orang yang terjatuh dari sepeda motor itu berkata pada Pak Polisi…

Orang: “Wah… lebih beruntung lagi bapak polisi, tidak perlu repot-repot memanggil Dokter Michael, karena saya sendiri adalah Dokter Michael…”

Polisi: “!!!???”

Read Full Post »

Pada malam itu Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan
di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa
uang..

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak membawa uang.” jawab Ana
dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu. ” jawab si pemilik kedai, “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
” Ada apa, nona?” tanya si pemilik kedai..
“Tidak apa-apa. Aku hanya terharu.jawab Ana sambil mengeringkan
air matanya.
“Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi!,
tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan
dengan ibu kandungku sendiri.” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik
nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti
itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk
bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”

Ana terhenyak mendengar hal tersebut.
“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya.. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah:
“Ana, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan
makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”..

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang
lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita.
Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga),
khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima
kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Read Full Post »

Read Full Post »

Read Full Post »

Samsung SPH-8400 – Ponsel korea dengan WiBro

Shared via AddThis

Read Full Post »

Pembeli: Mas mangganya sekilo berapa?

Penjual: Sekilo tujuh ribu bu, mangganya!

Pembeli: Manis gak mangganya?

Penjual: Pasti manis lah bu, kalo gak manis gak usah bayar.

Pembeli: Ya udah kalo gitu beli sekilo deh yang gak manis mangganya.

Penjual: @#$$%%^!

Read Full Post »

Kakek dan Bra

Merayakan ulang tahun perkawinan ke 50-nya, seorang kakek bermaksud membeli hadiah buat si nenek. Berangkatlah si kakek naik bis sambil berpikir, “Beli apa ya?”

Di sebelah kebetulan duduk seorang gadis yang tengah membaca majalah yang di sampulnya ada iklan bra. Si kakek dapat ide untuk memberi hadiah bra buat nenek.

Sampai di toko lingerie, kakek tampak kaget dengan begitu banyak pakaian dalam bergantungan.

“Beli apa, kek?” kata penjaga toko kaget karena ada kakek-kakek ke tokonya.

“Mau beli BH buat nenek.”

Si penjaga toko bertanya, “Ukurannya berapa?”

Si kakek terlihat bingung, “Nah itu… masalahnya kakek lupa nomornya dan nggak bawa contoh..”

Si penjaga toko mencoba cari ukuran, “Mungkin sebesar jeruk bali, kek?”

Si kakek masih terlihat bingung, “Wah, kegedean.”

Si penjaga toko iseng bertanya, “Jeruk Garut, kali ya?”

Kakek berpikir sejenak, “Kayaknya masih kegedean.”

Penjaga toko bingung, tapi tak hilang akal, “Uh ya, mungkin sebesar telur bebek?”

Si kakek tampak bersemangat karena tebakan penjaga toko itu tepat, “Ha, betul!” Matanya berbinar, “Tapi, yang didadar.”

Read Full Post »

Older Posts »