Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Berita Ponsel’ Category

Guys, apa kabar.   Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya. Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanya android kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana. Tulisan ini sebagian pernah saya ceritakan sebagai bagian presentasi dalam gathering id-android yg entah ke berapa kali, dan sedikit dalam peluncuran Dell Streak. Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeteer lainnya, untuk melihat semangat yang dikandung android di dalamnya.

Suatu ketika Google, raksasa search engine, membeli Android inc, yang dipimpin Andy Rubin. Setelah dibeli, Google mengangkat Andy Rubin sebagai Vice President of Engineering urusan android, google menyadari, Andy Rubin yang berkutat di android adalah orang yang paling mengerti tentang android, orang ini tetap harus memimpin.   (Bandingkan dengan kisah Steve Jobs di Apple inc, dia yang membuat apple, dia memberi rohnya, saat membesarkan Apple, eh dia bisa disingkirkan dari Apple sampai harus membuat Next computer, dan akhirnya kembali ke Apple menghasilkan kejayaan)   Saat itu digelar meeting, untuk mendengarkan visi dan misi dari Android yang dibawakan oleh Andy Rubin. Hadir disana adalah VP Engineering google, Vic Gundotra.

Ketika meeting baru mulai dan Andy siap memaparkan apa itu android, Vic langsung menyela dengan skeptis, dengan pertanyaan: “Andy, apa dunia ini benar masih butuh mobile operating system lain?” Usaha google adalah di mesin pencari dan iklan, dan mesin pencari google sudah ada disetiap smartphone.   Saat itu di dunia sudah ada banyak operating system, ada Windows Mobile, ada Blackberry, ada Symbian , dan ada rajanya smartphone, Apple dengan iPhone or iOS nya, belum lagi operating system kecil lain .   Dan Andy menjelaskan demikian, ada 2 point utama kenapa android harus dibuat.

Point pertama. Saat ini kita sedang kritis, dan butuh sebuah operating system yang free dan terbuka (open source) supaya setiap developer bisa bebas berinovasi di setiap level di dalamnya. Dengan cara ini para pembuat handset atau vendor bisa membuat handset sesuai keinginannya, boleh layar 2″, 3″ atau 4″. Boleh pakai keyboard, boleh tidak., boleh ada kamera depan atau tidak…   Dan nanti semua operator bisa ikut bergabung bersama sesuai kemampuan mereka, boleh 2G, 3G, 4G, LTE, Wimax, boleh CDMA boleh GSM dll.   Akhirnya nanti adalah konsumen yang diuntungkan, mereka bisa menentukan sendiri handset smartphone android mana yang terbaik menurut mereka, sesuai kebutuhan, kemampuan dan operator yang menjadi pilihan mereka.

—– dan begitulah dasar dari android yang ada sekarang, dalam usia masuk 2 tahun, android ada di berbagai merk, ada yg murah , ada yang mahal, ada yg layar 2 inch, 3″ , 4″ bahkan 5″ dan 7″, ada yang kecepatan prosesornya 300Mhz, ada yang 1Ghz, dan ada yang lebih dari itu , ada yang berkeyboard, ada yang berlayar sentuh kapasitif, resistif, berkamera depan, berkamera 3MP, 5MP, 8MP dll, juga dengan berbagai dukungan operator berbeda-beda, android fit di dalamnya.——–

Point ke 2. Andy menambahkan point ke 2. Karena kini google adalah raksasa IT, google punya kemampuan. Kalau google diam saja, maka dunia akan menghadapi Draconian Future –(draconian future mengacu kepada jaman Yunani ketika seorang bernama Draco menjadi pengatur hukum disana, dimana pelanggaran kecil saja mendapat hukuman yang berat)— masa depan yang “sulit” dimana nanti di depan hanya akan ada:   1 Orang 1 Perusahaan 1 Operating System dan 1 Operator saja yang bisa jadi pilihan konsumen…   That’s the future we don’t want …   (dan sekarang yg baca bertanya-tanya siapa yang dimaksud oleh Andy Rubin sebagai 1 penguasa? , kuncinya adalah tahun 1984 :-))

Pembicaraan ditutup dengan kata2 ini:   Jadi jika kita adalah orang yang   percaya akan: Keterbukaan,   percaya akan Pilihan   dan percaya akan Inovasi yang bisa dilakukan semua orang   Selamat datang di Android!     Semangat ini yang membawa Android terus berevolusi sampai sekarang, maka dalam 1,5 tahun kehadiran android, sudah dipercaya oleh: 59 Operator 48 Negara 21 OEM 100 ribu aplikasi 200ribu android baru diaktivasi setiap hari.

Data sekarang sepertinya jauh lebih banyak, data ini kira2 ada di bulan Juni-Juli 2010.   Sekarang, pada hari ini 21 Oktober 2010, android genap berumur 2 tahun.   Dalam umur yang sangat muda, kita merasakah euforia nya merangsek semua aspek, silahkan buka semua grafik yang ada tentang android, semua menyatakan gerakan yang menaik, setiap hari berita-berita gadgets diisi oleh android, setiap beberapa hari android model baru di launching.

Semua aspek , semua level konsumen hampir bisa menggunakan android sebagai pilihannya, mau yang murah dikepala 1 juta ada, mau yang tercanggih dan cepat ada, mau yang level mid ada, mau cdma, mau gsm, mau yang bisa hsdpa, mau yang 4G, semua ada.   Sebuah gerakan keterbukaan dan gratis (open source dan free) , membuat pandangan tentang sesuatu yang gratis biasanya tidak bagus, dijungkir balikkan. Lihat aplikasi2 dari google yang gratis tanpa harus bayar, we can say itu adalah aplikasi2 terbaik dibanding yang harus berbayar sekalipun. Lihat mereka yang cepat tanggap dan langsung berani menaiki perahu keterbukaan ini, misalnya Motorola, ketika diambang keterpurukan ketika tidak mampu bersaing dengan merk2 lain dalam hal inovasi, langsung menanjak bahkan memperoleh anugerah best smartphone 2009, dan sekarang adalah merk yang sangat berinovasi dengan android nya di banyak level. Dengan berani boss Motorola berkata :”kedepan motorola hanya akan membuat smartphone android 🙂 ”  .

Lihat HTC, sama2 langsung berani percaya kepada google dan menjadi partner terbaik, sekarang namanya bersinar di dunia sebagai pembuat smartphone kelas atas dan membukukan keuntungan naik 60% dalam setahun.   Samsung melakukan gebrakan, mengusung android dan langsung berani fight dengan sang raksasa iPhone, sekarang SGS terjual jutaan dalam waktu singkat, ada di banyak negara, dengan variasi type dan diusung operator kelas atas.   Nokia , terlena dengan keberhasilannya yang panjang, lupa dan lambat berinovasi, sekarang sulit mengejar 2 raksasa , android dan iPhone.

Hanya bisa mengejek ketika ditanya kenapa tidak ikut segera masuk ke kapal android, ” hanya seperti anak kecil yang kencing dalam celana waktu musim dingin, untuk merasakan kehangatan sesaat” begitu kira2 komentar CEO Nokia, dan kini proyek meego nya masih harus berjuang keras membuktikan diri untuk bersaing dengan raksasa android dan iphone yang terus berlari berkejaran, setelah langkahnya membuat segala macam OVI untuk menyaingi rival penggerusnya BlackBerry kandas.   Blackberry menyadari, dia sangat hebat di sosialita dan server, tapi untuk menggapai level emas smartphone terbaik masih harus digapai lebih keras, ketika usahanya berevolusi di blackberry OS 6 , BB Torch masih dianggap belum selevel duo raksasa. Ini seperti dalam sekolah SMA, biasanya ada seorang murid yang menjadi idola, ganteng, ramah tamah, banyak teman dan disukai banyak orang juga terkenal disekolah. Tapi nanti yang namanya ada dihalaman khusus di buku tahunan, dan terpajang namanya di dinding hall of fame sekolah adalah bukan yang terganteng dan banyak teman, tapi selalu : lulusan terbaik. Dan calon lulusan terbaik itu adalah android dan iPhone.

Itulah fakta yang berbicara dalam 2 tahun ini, tentang keterbukaan, pilihan dan inovasi. Dan sekarang dipuncak pertarungan hanya ada 2 raksasa, android dan iPhone. (entahlah windows phone 7 akan jadi raksasa yg lain atau tetap akan ada 2 raksasa)   Mari saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya dengan android, mengapa saya tergila2 dengan nya. Dulu tahun 2009 saya pernah bercerita tentang why i left blackberry and move on to android, ketika saya memutuskan berganti “kendaraan” dari bb ke android, padahal saat itu BB sedang ada di puncak, dan android baru nongol sebagai handset model ke 2 yang ada di pasaran.

Sekarang sudah ada 100 bahkan lebih model handset android. Saat itu android belum sehebat sekarang, sama seperti saya mengenang ketika pertama mencoba iPhone 2G, saat itu iPhone juga belum sehebat sekarang.   Akhir tahun 2009 google mengumumkan merelease the Nexus One, lompatan android pertama dengan spek tinggi yang melampaui spek iPhone 3Gs sekalipun, membuat oom Steve Jobs ngambek dengan mengatakan ” kita tidak masuk ke bisnis mesin pencari, kenapa sekarang google masuk bersaing ke bisnis kita di smartphone!” ( I Love Steve Jobs, kisah hidupnya, visinya, speechnya luar biasa dan saya mengamini dia memang pantas menjadi icon yang membawa perubahaan besar bagi teknologi dunia).

Saya pernah bercerita juga tentang ini (di ketika google bermain cantik) bahwa ternyata dugaan oom Steve salah, google bermaksud lain ketika membuat Nexus One, dan hasilnya nyata, google hanya mendorong lebih jauh vendor2 lain untuk mengayuh lebih cepat, makanya dalam tahun 2010 ini perkembangan smartphone menjadi luar biasa cepat, speed tinggi, layar makin cantik, user interface makih hebat dll Baru keluar yang terhebat, sebentar kemudian ada yang lebih hebat. Beberapa orang mengatakan : cape, baru beli yg terbaik rasanya sudah ada yang lebih baik lagi.

Apple fanboy mengatakan, lebih baik apple, inovasinya jelas, setahun sekali, beli sekarang , tahun depan baru ganti lagi:-)   Android fanboy mengatakan, we want more! Let’s release the new one with more power, more innovation now! Jangan tunda2 🙂   Sekitar bulan januari-februari lalu saya menjadi (kemungkinan) angkatan pertama yang memiliki nexus one, sekarang usianya menuju 1 tahun, betapa dalam perjalanan memilikinya saya menyaksikan perkembangan yang cepat. Juni 2010, kita mencoba OS android baru yang namanya Froyo 2.2, dan speed tiba2 naik menjadi 2,5 x lebih cepat. Entah sudah berapa puluh macam custom rom saya coba, hasil pengembangan otak2 encer dari luar dan dalam negeri yang menjukkan bakat talentanya. Entah sudah berapa ribu aplikasi saya coba dalam waktu yang singkat.

Saya ingat ketika anak saya minta handphone nya diganti dari sebuah windows mobile yg berantakan ketika jatuh dari motor. Dia memilih iPhone, dan semenjak itu menjadi apple fanboy, cita2 nya 1, menabung untuk membeli iPhone terbaru dan sebuah Mac. Dalam waktu singkat dia sudah jago ngehack iPhone, terampil jailbreak, sehingga memudahkan pekerjaan saya, pulang tinggal kasih iPhone customer ke tangan dia, besok bangun sudah selesai di jailbreak dan diisi aplikasi sampai penuh:-) Waktu dia iseng nyoba2 nexus saya dia berkata: tidak sebagus dan selancar iPhone, saya iyakan.

Saya senang isengi dia ketika ada satu aplikasi menarik, saya perlihatkan, dan besoknya dia berkutat akan cari lawannya di iPhone. Ini proses belajar buat dia dan saya untuk melihat lebih terbuka kemajuan dua raksasa. Keluhannya tentang iPhone kadang hanya masalah menjadi berat ketika terlalu banyak di hack, mendahului masanya bikin iPhone bisa multitasking, bisa dikelompokkan dll, dan kadang dia harus mulai dari awal lagi ketika akhirnya iPhone nya ngehang berkepanjangan. Dan lama2 dia mengeluh menantikan iPhone 4 yg tidak nongol2 , kata dia bosan mau diapain lagi iPhone yang sekarang 🙂 .

Saya jadi mengerti kenapa Oom Steve sebel dengan jailbreakers, it makes iPhone tidak menunjukkan karisma flawlesly nya lagi. Disatu sisi saya melihat apple fanboys yang jago jailbreak rindu yang namanya inovasi segera, menambahkan apa yang dirasa kurang disana, yang kalau ditunggu harap2 cemas apakah akan dimasukkan dalam edisi iPhone berikutnya tahun depan. Oom Steve Jobs adalah orang yang perfectionist, jangan berharap akan masuk ranah wimax atau LTE, sebelum wimax dan LTE menjadi umum dan terlihat jalan baik. (saat iphone 2g keluar, dunia lagi test koneksi 3G) Android berbeda, dia menurut saya seperti Star Trek, ” to boldly go where no one has gone before…” makanya segera ada HTC Evo 4, samsung epic dan ada desire Z.

One day saya pulang bawa iPhone 4, anak saya begitu senang, langsung dia test, segala macam dia install termasuk film2 hasil convert nya. Ketika duduk bersama saya bilang ayo kita lihat siapa lebih snappy sekarang, pertama kita coba scroll, betapa kaget dia melihat, dulu sama iPhone 3G aja kalah snappy itu nexus, sekarang nexus yang sama bisa lebih snappy dari iPhone 4:-) Dia tidak percaya , dibilangnya saya ganti sama handset android baru, setelah mencoba sendiri dia percaya itu nexus saya yang lama. Besoknya dia mengembalikan iPhone 4 nya, saya tanya kenapa, dia bilang dia tidak tertarik lagi, hanya mendapat gambar yang lebih bagus saja tidak ada yg bisa dioprek lebih jauh… tidak jauh beda sama iPhone nya yang lama. (saya rasa dia mengoprek terlalu jauh, sehingga apa yang ada sekarang di iPhone4 dulu sudah dirasakannya walau tidak sehebat pengalaman aslinya) .

Pada cerita diatas saya bukan meledek iPhone jelek, nope sama sekali tidak, iPhone 4 sangat bagus. Beberapa kali saya tergoda untuk memakainya, tapi user experience nya belum nempel buat saya, seperti baju yang keren, tapi tidak membuat saya merasa nyaman. Caranya mengolah email, notification, dan ketergantungan yang tidak henti kepada iTunes not fit for me walau aplikasi2 nya luar biasa hebat.   Butuh 1 tahun dari iPhone 2G ke 3G untuk menikmati forwarding sms, dan copy paste, butuh 1 tahun untuk ke 3Gs untuk bisa punya kompas dan autofokus camera, dan butuh 1 tahun lagi untuk bisa multitasking di iPhone 4.   Setiap bulan semenjak memakai Nexus, saya mengalami seolah2 selalu memiliki handset baru, dulu bisanya hanya ini, sekarang bisa itu, dulu speed saya hanya segini, sekarang saya bisa melewati barriernya:-) Menurut saya ini adalah hasil dari keterbukaan dan inovasi setiap level yang boleh dilakukan semua orang.

Saya sekarang sangat nyaman dengan Nexus one yang sangat cepat dan snappy, dan sudah tidak sabar menantikan inovasi di Gingerbread, android 3.0!   Keterbukaan bukan disukai semua orang, seperti baru saja Oom Steve dalam wawancara dengan macworld menyinggung masalah fragmentasi di android dan masalah keterbukaan android dibanding dengan ketertutupan apple. Oom SJ menyinggung masalah android market, akan ada market dari bestbuy, dari amazon, dari verizon , vodafone dan dari google sendiri, (belum lagi market2 lokal) , dikatakan ini akan membuat developer bingung. (setiap cerita oom steve selalu bawa developers, bahwa apple adalah yang terbaik yang mengayomi developers, disatu sisi ini menunjukkan pengakuan bahwa iphone menjadi hebat karena inovasi dan dukungan developer? :-))  .

Sebelumnya masalah ini pernah dibawa menjadi pertanyaan ke google, why google membiarkan ada “toko” aplikasi lain selain android market? Tidakkah membuat google rugi? Pertama google bercerita , bahwa komitmen mereka terhadap keterbukaan (open source) jelas, bolehnya dibuat toko aplikasi lain sah sah saja, ini dianggap memperkaya keterbukaan tersebut, developer boleh memilih mana yang fit buat mereka, sama dengan cerita diatas konsumen android boleh pilih type android mana dan operator mana yang dianggap paling fit buat mereka.

Google tidak berbisnis jualan aplikasi, Oom Steve iya di appsore nya. Tidak ada kerugian buat google ada toko aplikasi yg hasil penjualannya tidak masuk ke kas google, karena itu bukan core bisnis google, core bisnis google di iklan 🙂 Dengan banyaknya android, sekarang.

Sumber : indo-android by Kang Lucky Sebastian

Advertisements

Read Full Post »

Kampanye ramah lingkungan belakangan ini semakin marak. Produsen elektronik pun semakin mengencarkan inovasi-inovasi pada produknya agar ramah lingkungan. Salah satunya tenaga  alternatif selain listrik untuk mengisi baterai ponsel. Designer Song Teaho dan Hyejin Lee merancang sebuah inovasi baru untuk sumber tenaga untuk mengisi baterai ponsel. Uniknya baterai ini tidak menggunakan tenaga matahari yang sudah sering kita dengar.

Baterai  yang masih concept ini akan mulai melakukan pengisian baterai apabila di putar-putar dengan jari yang dimasukan ke dalam lobang alat ini, tidak membutuhkan sumber listrik sedikit. Sumber tenaga dari baterai ini diklaim berasal dari angin yang didapat dari hasil putaran jari tersebut. Benar-benar sumber tenaga alami hanya mengandalkan sedikit tenaga manusia dan angin. Putar 130 kali untuk dapat menelepon sampai dengan 10 menit, begitu yang diperkirakan designer ini.

Cukup melelahkan juga apabila ingin menelepon sampai dengan 1 jam, kira-kira harus memutar sampai 1000 kali. Tapi sangat pantas dengan hasilnya, selamat kan bumi !. Belum ada informasi kapan baterai konsep ini akan menjadi kenyataan.

design(dot)fr Via Phone Arena

Sumber: http://www.kassa9.com

Read Full Post »

Setelah mengadakan pengujian jaringan teknologi EV-DO Rev B pada tanggal 10 desember 2009 lalu, akhirnya Smart meluncurkan secara resmi Jaringan EVDO Rev B hari ini di Bali. Dalam hal ini Smart Telecom menjadi operator CDMA pertama di Indonesia yang mendukung jaringan EV-DO Rev B ini.

EVDO Rev. B adalah pengembangan dari teknologi Rev. A yang memberikan kecepatan lebih cepat sampai dengan 9,3 Mbps untuk download dan sampai dengan 5,4 Mbps untuk upload. Dengan kecepatan tersebut, pelanggan dapat merasakan layanan baru seperti high definition video streaming dan dapat lebih lancar dalam menggunakan layanan seperti gaming, video telephony, sesi remote console dan juga browsing. Selain itu, penggunaan EVDO Rev. B juga menambah waktu bicara dan waktu standby HP.

Saat ini baru beroperasi di beberapa daerah di Bali. Smart akan melebarkan EV-DO Rev B ini ke 32 kota diseluruh Indonesia hingga Akhir 2010 ini. Dalam wawancara yang dilakukan detik.com Smart juga akan segera merilis modem dengan kemampuan EV-DO Rev B ini dengan merk ZTE dengan harga 450rb perbulan kontrak 1 tahun dengan bonus internet sepuasnya setahun penuh. Menurut pihak SMART harga asli modem EV-DO Rev B ini sebenarnya lebih mahal dari yang mereka tawarkan dengan total 5.4 jt untuk modem ini. Sedangkan harga modem EV-DO Rev B aslinya mencapai harga $600.

Sumber: http://www.kassa9.com

Read Full Post »

Sebuah studi oleh MOTO Development Group kemarin mempublikasikan laporan yang menyimpulkan bahwa iPhone memiliki kualitas layar sentuh terbaik. Studi ini dilakukan dengan membandingkan berbagai gadget layar sentuh yaitu iPhone, dan smartphone berbasis Android yaitu Nexus One, Droid dan Droid Eris.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa layar sentuh pada produk buatan Apple tersebut paling akurat ketika menggambar garis lurus secara halus, dalam berbagai kecepatan dan tekanan. Droid Eris dan Nexus One berada di bawahnya dengan beberapa respons yang kurang baik, sementara Droid memiliki hasil paling jelek, bagaimanapun proses kontak sentuhan terjadi.

Keempat gadget tersebut memakai layar sentuh kapasitatif, dan kemenangan iPhone ini dipengaruhi oleh ukuran sensornya yang kecil, kecepatan sampling yang tinggi, serta pemrosesan sensor yang lebih canggih dalam menentukan pergerakan jari. Drodi diperkirakan memiliki sensor yang terlalu besar yang bisa mengakibatkan kesalahan perkiraan input sehingga garis terlihat bertingkat-tingkat.

Kinerja layar sentuh memang tidak menjadi keluhan terbesar bagi ponsel Android yang diuji, namun MOTO menyarankan agar kualitas layar sentuh menjadi fokus untuk perusahaan yang menginginkan suatu perangkat yang mampu memberikan pengalaman layar sentuh terbaik bagi pemakainya.

Sumber: http://www.kassa9.com

Read Full Post »

Ini dia gambar dan spesifikasi yang kami temukan di beberapa website luar. ZTE GC990 yang dinamakan di Indonesia ternyata berbeda penamaannya di luar, menurut website diluar ZTE dengan kode X990 ini baru saja disetujui oleh FCC.

Kalau dilihat ponsel kami yakin 90% ini lah GC990 yang akan beredar di Indonesia hari ini. Ini lah spesifkasi GC990 :

  • Qwerty Keypad
  • Bluetooth
  • Mp3 Player
  • FM Radio
  • Web Browser (Dedicated key)
  • Kamera 2MP
  • GSM/CDMA

Pameran akan diadakan di  beberapa kota dengan harga spesial dari ZTE selama pameran 888rb.

  • Senayan Trade Center LG, 11 des
  • Bandung BEC: tanggal 13,14,15 des
  • Surabaya, Plaza Surabaya: 16,17,18 des
  • Bali, Pantai Kuta : 19 des

Berikut foto-foto dari kembarannya X990

[Foto oleh FCC]

Sumber: http://www.kassa9.com

Read Full Post »

LG Arena MAX LU9400 – Penerus LG Arena ?.

Read Full Post »

Di Indonesia, ZTE lebih ngetop sebagai hape yang banyak dibundel operator. Biasanya, harganya murah meriah, dengan fitur minim. Mereka terkenal pula dalam hal modem 3G dan HSDPA.

Padahal sebetulnya ZTE juga punya hape pinter. Salah satunya ZTE-W N61, atau populer dengan nama ZTE Xiang. Menurut perwakilan ZTE Indonesia yang mengenalkan produk ini, belum ada kejelasan kapan PDAphone ini beredar di Indonesia, tapi tetap terasa menarik untuk mengorek jeroannya.

 

Desain

Xiang diklaim sebagai hape pinter ber-keyboard Qwerty yang langsing. Dibanding sejumlah peranti dengan model sejenis, memang Xiang terbilang tipis. Tapi bobotnya terkesan berat, terutama karena ada bagian casing yang berbahan logam.

Sejauh ini ZTE hanya menyiapkan 1 warna. Kombinasinya cukup unik, yaitu logam warna perak plus kaca warna hitam di depan dan plastik tebal warna kehijauan di belakang. Untuk menyalakan hape, cari saja tombol On-Off di atas bodi, ujung kiri.

Deretan tombol terdiri dari 4 baris. Ukuran tombol di keyboard terbilang imut. Tapi karena ada jarak yang memadai antar tombol, kami tak begitu kesulitan memencetnya meski jempol kami tergolong jempol gajah. Mencetnya pun enak.

Tombol angka difungsi-gandakan dengan tombol huruf. Perhatikan angka 1-2-3 yang ditumpuk di huruf E-R-T, 4-5-6 di D-F-G, dan 7-8-9 di C-V-B. Hanya angka 0 punya tombol sendiri. Sejumlah simbol juga ditumpuk pada karakter lainnya.

Yang menarik, hape pinter ini juga pakai layar sentuh; kombinasi yang terbilang langka di hape cerdas ber-keyboard Qwerty. Seingat kami, baru Samsung Blackjack yang konsisten dengan kombinasi seperti itu.

Stylus ada di siku kanan atas bodi, agak belakang. Ukuran layar sebetulnya tak luas. Tapi karena menyatu dengan bagian casing berbahan kaca dan warna yang sama-sama gelap membuat layar terkesan luas. Layar bisa “dikunci” dengan memencet Fn sambil pencet spasi. Tapi Unlock agaknya hanya bisa dilakukan dari layar sentuh. Di pojok kanan atas layar ada kamera sekunder yang hanya dipakai untuk video call. Sementara di pojok kiri atas layar ada lampu indikator batere.

ZTE juga memasang sejumlah tombol pintas. Di kanan tombol Start Windows Mobile (logo Windows) ada tombol browser Internet Explorer Mobile, sementara di kiri tombol OK ada tombol Messaging (icon amplop). Tombol pintas lainnya adalah tombol Wireless Manager (icon pemancar) di ujung deretan tombol keyboard paling bawah.

 

Konektivitas 3.5G

Seperti jor-joran ZTE di Mobile World Congress awal tahun ini, Xiang merupakan seri yang mengedepankan kemampuan 3.5G (HSDPA/HSUPA). Cuma, karena ini prototipe yang tak ada setting internet operator Indonesia, kami terpaksa menyetelnya secara manual. Bagi yang pernah menyetel setting internet operator di PDAphone, tentu tahu bahwa tak semua operator menyiapkan data konfigurasi, khususnya untuk kartu prabayar.

Ketika kami pasang dengan (beberapa) SIM card prabayar yang sudah diaktifkan 3.5G-nya, lalu dijajal di area cakupan 3.5G, browsing terasa lumayan kencang.

Selain punya fasilitas 3.5G, Xiang juga punya WiFi. Jadi kalau jaringan operator mandeg, tinggal cari area hotspot gratis untuk melanjutkan internetan. Proses konfigurasinya mudah.

Browser bawaan hape hanya Internet Explorer Mobile; ada tombol pintasnya di kiri navigasi. Kami juga mencoba menginstal Opera Mobile. Tapi entah mengapa tak berfungsi dengan baik. Mungkin ada bug soal resolusi layar, entah di aplikasi atau di hape.

 

Telepon dan SMS

Untuk bertelepon, tinggal pencet tombol keyboard yang ada angkanya, lalu pencet tombol Call. Tapi di Messages, untuk mengetikkan nomor tujuan atau pun angka dalam pesan, kita harus pencet tombol Fn bersama tombol angka.

Tombol untuk video call hanya ada di keypad virtual. Di tombol virtualnya tertera Video dengan gambar telepon dan orang. Keypad virtual otomatis terbuka ketika kita memencet nomor telepon dengan keyboard. Oya, di sini ada juga pengaturan Video phone call barring untuk menolak penelepon yang tak diinginkan.

Karena sudah memakai Windows Mobile 6.1, SMS sudah langsung tersusun layaknya chatting. Jadi mudah sekali kalau mau melacak SMS dengan kontak tertentu. Bagi yang doyan ber-email, free e-mail seperti Yahoo atau GMail mudah disetel. Oya, ZTE menyiapkan pintasan ke Messaging di kanan navigasi.

 

Kamera

Kamera utama beresolusi 3.2MP diletakkan di belakang bodi, didampingi lampu di kanan kamera. Tombol kameranya bisa ditemukan di kanan bodi; kira-kira sejajar tombol OK. Tapi bagi kami tetap lebih nyaman memakai tombol tengah navigasi saat pengambilan gambar diam maupun bergerak.

Respon kameranya terasa lamban; beberapa detik setelah tombol dipencet, barulah foto terjepret. Sebetulnya kita bisa dapatkan foto yang terang dan tajam. Tapi syaratnya tangan kita harus bener-bener mantap dan obyeknya juga diam. Jika tidak, hasil yang didapet cenderung buram dan pucat.

 

Kinerja Sistem

Xiang sudah menggunakan Windows Mobile 6.1. Sistem operasi ini dikenal memiliki banyak aplikasi pihak ketiga. Jadi kita takkan kesulitan mendapatkan aplikasi kerja maupun hiburan yang lebih tokcer dibanding bawaan standar dari sistem operasinya. Dari ZTE sendiri kami tak melihat bonus aplikasi kerja.

Untuk hiburan, ada radio. Padahal jarang dijumpai hape dengan Windows Mobile yang punya radio FM.  Radio baru bisa berfungsi bila earphone tercolok. Tak perlu kuatir rebutan port dengan charger, sebab ZTE menyiapkan jack 2.5mm di kiri bodi, ujung atas. Perhatikan, kita juga bisa menyetel volume radio pakai navigasi kiri-kanan.

Ke-2 tombol volume (atas volume up, bawah volume down) ada di kiri bodi, di bawah port USB mini. Spikernya sendiri ada di belakang bodi, bertetangga dengan lensa kamera. Seperti kebanyakan PDAphone, suara yang dihasilkan spiker tak nyaring. Kualitas suaranya biasa saja; apalagi tak ada equalizer untuk memoles suara.

Port USB mini ada di kiri bodi. Ini dipakai bersama untuk isi ulang batere dan transfer data. Seperti biasa, sinkronisasi dengan PC dibantu MS ActiveSync. Penambahan kapasitas dimungkinkan karena ada slot MicroSD. Tapi karena letaknya di dalam bodi, apalagi mulut slot terganjal batere, kita jadi tak mudah pasang-cabut MicroSD.

Menurut spesifikasi, Xiang mendukung GPS. Tapi ini hanya menyediakan port; belum ada receiver-nya. Jadi kita harus tambahkan lagi asesori beserta aplikasinya. (Septyarini)

 

Pendapat Kami

Keyboard QWerty plus layar sentuh memperluas pilihan input. Radio merupakan bonus menarik di PDAphone. Sayang kameranya tak merespon seperti yang kami harapkan.

 

Plus : Kombinasi keyboard QWerty dan layar sentuh menjadikan cara pakai hape lebih fleksibel. Konektifitas ke internet juga mantap

 

Minus : Bobotnya relatif berat dibanding hape pintar setara. Kameranya lamban.

 

Spesifikasi ZTE-W N61 Xiang

Rilis
Harga
Jaringan GSM 850/1900/2100 MHz
Bentuk Bar
Dimensi 115x66x12 mm
Bobot 140 gram
Batere Lithium ion 3.7 V 1300 mAh
Waktu siaga rata-rata 2 hari
Waktu bicara rata-rata 4 jam
Layar 2.4 inci, TFT
Sistem operasi Windows Mobile
Memori internal
Memori tambahan MicroSD, dukung 2GB
Konektivitas antar peranti USB mikro, Bluetooth, WiFi
Konektivitas internet WLAN
Kamera 3.2MP
Ringtone Polifonik
Messaging SMS, MMS, e-mail
Aplikasi FM Radio, Java, PDF, Streaming Player, Encryption, External GPS
Isi paket Charger + kabel data USB mini, MicroSD, headset, manual, CD

 

sumber: tabloid sinyal

Read Full Post »

Older Posts »