Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata, “Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”. Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya… mengingat di luar sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata, “Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek.”

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen. “Pak, sekolah hingga S2 dan S3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini…. Tapi pak, saya ini wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya… Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Tuhan membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini…

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam ide nya…. Pak dosen berkata seperti ini kepada mahasiswinya.. “Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti..” .. Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar … yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya.. “Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?” “Sejak saya kuliah di ITB , Pak.” Jawab sang gadis. Kemudian dosen itu melanjutkan ,”Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti.” Dan itulah jawaban Tuhan melalui pak dosen…. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang dosen, dan berkata , “Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story… Lecture from Physics Engineering, ITB

Read Full Post »

Seputar Processor intel core i7, i3, dan i5

Setelah Intel sukses meluncurkan prosesor handalnya yaitu core 2 duo, Dual Core, dan Core 2 Quad, sekarang intel meluncurkan prosesor versi baru yaitu core i7. tetapi, setelah i7 resmi terbit, ternyata intel akan meluncurkan lagi 2 versi terbaru untuk prosesornya yakni core i3 dan core i5.

dari segi performa bisa dibandingkan jika core i3 adalah sero Low-end, i5 adalah seri Mid-end, dan i7 adalah seri High-end karena ternya core i3 dan i5 adalah versi rendahnya dari i7.  yang membedakan diantara ketiganya terletak pada jumlah socket LGA. Core i7 menggunakan socket LGA-1366 sedangkan Core i5 dan i3 menggunakan socket LGA-1156.

Selain itu Core i5 dan i7 sudah memiliki fitur “Intel Turbo Mode Technology” yaitu suatu fitur yang akan mengatur mati/ nyalanya core yang tidak usah dipergunakan ketika kita hanya menjalankan single thread saja. Dengan Turbo Mode, Processor hanya akan mengaktifkan core yang akan digunakan saja, lalu meng-overclock aliran thread data yang lewat diatasnya agar berjalan lebih cepat.

Core i7

Core i7  adalah processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul beda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah dengan mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard seperti biasanya. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) .

Core i5

Boomfield adalah sebuatan yang biasa dipakai untuk Core i7, sedangkan untuk Core i5 sendiri pun mempunyai sebutan yaitu Lynnfield. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Apa arti kata “value” disini?? value mengindikasikan bahwa harga Core i5 lebih terjangkau dari i7.  Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.

Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang  akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.

Core i3

Core i3 adalah varian yang paling value dari dua varian sebelumnya. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.

sumber : http://www.tigicyber.com/

jadi, kesimpulannya jika kondisi keuangan lagi mepet tapi ingin punya prosesor yang bagus dan terjangkau cobalah Core i3. tapi jika kondisi kantong sedang berlebih, maka belilah Core i5 karena spec nya yang bisa diandalakan dan bahkan jika memang mampu beli saja yang core i7 sekalian biar puas pemakaiannya..

http://ginanotz.wordpress.com/2010/02/23/processor-intel-core-i7-i3-dan-i5/

Read Full Post »

Ada sebuah kabar berita yang cukup menghebohkan beberapa waktu yang lalu. Seseorang yang gagal untuk menjadi pemimpin dari suatu daerah, menjadi orang yang tidak waras. Sebuah berita tentang dampak buruk dari sebuah kegagalan. Seperti yang kita semua ketahui, kegagalan adalah suatu hal yang terjadi ketika kita tidak berhasil untuk mencapai suatu tujuan. Kegagalan ada di berbagai sisi kehidupan kita. Gagal mendapatkan nilai yang baik, gagal mendapatkan pacar, gagal dalam berkarier, dan seterusnya. Lantas haruskah kita menjadi menderita berkepanjangan karenanya?

Di dalam sebuah cerita fabel yang pernah penulis baca, ada mengisahkan tentang kegagalan dan keberhasilan. Dikisahkan seekor belalang, berlomba untuk memiliki lompatan yang tertinggi diantara hewan-hewan lainnya. Jadi pada awalnya, si belalang ini mengadu kemampuan dengan sesama belalang dan belalang ini memenangkannya. Belalang ini menjadi pemiliki lompatan tertinggi dari teman-teman belalangnya.

Pada suatu hari, ia bertemu dengan seekor anjing. Si belalang mengajak si anjing untuk beradu kemampuan tinggi loncatan. Si anjing yang juga yakin dengan kemampuan meloncatnya, menyetujui pertandingan itu. Kemudian si anjing berkata,”Hei belalang, ayo kita mengadu lompatan dengan melompati pagar di depan itu”. “Ayo!” seru si belalang dengan penuh keyakinannya. Kemudian si anjing mulai mengambil ancang-ancang, berlari dan kemudian berhasil melompati pagar tersebut. Berikutnya giliran si belalang. Si belalang berusaha melompat, namun ia tidak berhasil melompatinya. Ia berusaha untuk kedua kalinya, gagal kembali. Ia tidak berputus asa, berusaha kembali, namun tetap saja gagal.

Akhirnya si belalang berkata kepada anjing,”Ayo kita bertanding sekali lagi. Kali ini kita mengadu kemampuan melompat di tempat dan mengukur tinggi lompatan berdasarkan berapa kali lipat dari tinggi tubuh si peloncat”. Si anjing pun menyetujuinya. Pada giliran pertama, si anjing mulai melompat di tempat dan ia berhasil melompat hingga 2-3 kali lipat dari tinggi tubuhnya. Ketika giliran si belalang melompat, si belalang mampu melompat hingga 10 kali lipat dari tinggi tubuhnya. Si anjing kemudian berkata,”Belalang, aku kalah, kaulah yang memiliki lompatan tertinggi”. “Tidak ada yang kalah temanku. Kita semua menang. Keberhasilan atau kegagalan kita tidaklah dapat dinilai dari satu sisi saja”, seru si belalang.

Seperti inilah juga kehidupan kita. Ketika kita mengalami kegagalan di satu sisi, tidaklah berarti kita gagal di sisi lainnya. Seseorang yang gagal menjadi penyanyi seriosa, mungkin saja ia berhasil menjadi seorang penyanyi rap yang hebat, seseorang yang tidak berhasil dalam membuat komik, mungkin saja menjadi pelukis karikatur yang luar biasa, dan seseorang yang selalu saja gagal membuat kue bolu, mungkin saja adalah seorang pembuat kue brownies yang enak. Hehehe. Jadi ketika kita merasa gagal di satu hal, tidaklah berarti kita gagal di hal yang lainnya.

Ada satu hal yang menarik yang baru-baru ini dialami oleh penulis. Ketika berada di ruangan redaksi suatu majalah buddhis, layar monitor komputer disana mengalami kondisi yang rusak. Tulisan-tulisan yang terlihat di monitor, bisa bikin penulis mikir, jangan-jangan mata penulis sudah kena silinder, semuanya berbayang dan terkadang seperti ada garis berwarna hitam yang menyerupai bayangan di setiap tulisannya. Semua orang yang melihat layar monitor komputer tersebut mengatakan, “Wah ini udah rusak nih, udah ga bisa dipake lagi”. Monitor komputer ini sudah kita anggap “gagal” untuk menampilkan gambar yang seharusnya. Seperti itu juga kan kegagalan dan keberhasilan? Ada standar, “seharusnya”.

Namun, baru-baru ini, ruangan tempat redaksi majalah buddhis hendak di renovasi dan kamipun berpindah tempat. Saat itu, kami membawa semua perlengkapan yang ada, untuk dipindahkan ke tempat yang lainnya. Tentu saja ini termasuk monitor itu. Ketika kami berpindah ke tempat lain untuk sementara waktu, memasang komputer dan menghidupkannya, kami tertegun. Layar monitor komputer kami tidak ada kerusakan apapun juga. Ia berfungsi dengan normal. Kemudian kami tersadar dengan kebengongan kami, dan berpikir kenapa ini bisa terjadi? Ternyata di ruangan kami yang terdahulu, ada sebuah kontak listrik yang cukup besar, yang memancarkan gelombang magnet yang menyebabkan layar monitor komputer kami jadi “sepertinya” rusak.

Begitu jugalah kegagalan. Terkadang tidak ada yang salah dengan diri kita. Tidak ada hal yang menjadi penyebab diri kita tidak berhasil, namun ada kondisi-kondisi atau karma-karma tertentu yang membuat kita tidak berhasil di satu tempat, namun berhasil di tempat yang lainnya. Jadi, kenapa harus terpuruk dan tenggelam dalam kegagalan jika tidak ada yang salah dalam diri kita? Tidak berhasil di satu sisi, pasti ada keberhasilan di sisi yang lainnya.

Read Full Post »