Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2011

Banyak orangtua yang tidak menyadari atau tidak mau mengakui bahwa anaknya menyandang autis. Padahal bila autis dideteksi secara dini, maka bisa membuat peluang anak autis untuk mandiri lebih besar. Setidaknya ada 7 ciri utama autisme.

Diperkirakan sekitar 67 juta orang di dunia menyandang autis. Autisme diyakini sebagai gangguan perkembangan serius yang meningkat paling pesat di dunia.

Hingga kini, tidak diketahui secara pasti penyebab penyakit tersebut dan belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Namun, deteksi dan penanganan dini akan membantu perbaikan perkembangan anak penyandang autis.

“Dari studi lebih dari 20 tahun yang dilakukan Robins D dkk dalam ‘The Modified Checklist for Autism in Toodlers, Journal of Autism and Development Disorders’ ada 7 checklist yang bisa digunakan untuk mendeteksi autis secara dini,” jelas Gayatri Pamoedji, SE, MHc, Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), dalam acara Media Briefing Peluncuran Komik Autisme Pertama di Indonesia di Rumah MPATI, Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Gayatri menyampaikan 7 ciri utama untuk mendeteksi anak autisme, yaitu:

  1. Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain?
  2. Apakah anak Anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?
  3. Apakah anak Anda menatap mata Anda lebih dari 1 atau 2 detik?
  4. Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila Anda membuat raut wajah tertentu, apakah anak Anda menirunya?
  5. Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil?
  6. Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi lain ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan tersebut?
  7. Apakah anak Anda pernah bermain ‘sandiwara’ misalnya berpura-pura berbicara di telepon atau berpura-pura menyuapi boneka?

Seorang anak berpeluang menyandang autis jika minimal 2 dari pertanyaaan diatas dijawab tidak.

“Tidak semua anak yang berpeluang menyandang autis memenuhi kriteria autis. 7 ciri utama ini digunakan agar orangtua dan guru waspada untuk segera memeriksa dan mendiagnosa anak yang berpeluang autis kepada dokter terdekat,” jelas Gayatri.

Menurutnya, Modified Checklist for Autism in Toodlers bisa digunakan untuk mendeteksi gejala autis untuk anak usia 18 bulan atau sebelum 3 tahun.

“Karena gejala autisme biasanya tampak sebelum anak mencapai usia tiga tahun,” lanjut Gayatri yang juga seorang ibu dari remaja penyandang autis.

Menurutnya, bila orangtua sudah bisa mendeteksi gejala autisme secara dini maka mereka akan memiliki peluang yang semakin besar untuk membuat anaknya menjadi mandiri.

“Yang penting membuat anak mandiri dan jauhkan mitos-mitos yang salah tentang autis. Punya anak autis memang berat tapi bukan akhir dari segalanya. Setipis apapun, harapan itu pasti ada,” tegas Gayatri.

 

Sumber: DetikHealth

Advertisements

Read Full Post »

Sayuran dan bahan makanan sehat yang telah dipilih dengan cermat bisa juga menjadi sumber datangnya penyakit. Karena itu kenali cara menanganinya dan olah dengan tepat sehingga membuat tubuh menjadi sehat, bukan malahan jadi sakit!

Sayuran hijau, buah-buahan, memang sangat baik untuk tubuh karena kaya akan vitamin dan  mineral. Namun makanan segar dan sehat tersebut ternyata juga bisa jadi sarang penyakit.

The Center for Science in the Public Interest telah membuat daftar 10 jenis makanan yang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit. “Waspada terhadap bahayanya tapi bukan berarti menghindari makanannya. Mengolah dengan baik bisa terhindar dari penyakitnya,” ujar Sarah Klein, CSPI staff.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau disukai karena mengandung serat yang tinggi dan  antioksidan. Namun sayuran hijau bisa menjadi penyebab beberapa jenis penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang dibawa dari air sewaktu menanam. Untuk menghindarinya, cucilah sayuran di bawah air yang mengalir agar bakteri dan kotoran larut bersama air.

Telur
Telur merupakan sumber protein hewani yang baik. Sarapan telur bisa menghindarkan diri  ‘kalap’ saat makan siang. Meski begitu, telur sangat mudah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella. Perhatikan benar-benar proses memasaknya. Pastikan telur yang  dimakan sudah matang agar kuman-kuman mati dalam proses pematangan.

Ikan Tuna
Ikan tuna adalah jenis ikan yang mudah terkontaminasi dengan scombrotoxin yang bisa menyebabkan sakit kepala dan kram. Apabila ikan tuna disimpan dalam suhu lebih dari yang seharusnya, maka toksin tersebut akan sulit hilang meskipun sudah melalui proses pemasakan.

Kentang

Kentang kecil yang sering dibuat campuran rendang biasa dimasak tanpa dikupas kulitnya. Jika dibersihkan dengan benar bakteri serta zat kimia yang menempel di kulit bisa hilang. Bakteri yang kerap kali menempel pada kentang diantaranya adalah Salmonella, E. Collidan Shigella.

Keju
Keju memang enak rasanya, namun juga mengandung beragam bakteri karena memang dibutuhkan selama proses pembuatan keju. keju bisa saja terkontaminasi bakteri Salmonella atau Listeria. Tak heran jika ibu hamil tidak dianjurkan makan keju
seperti fetta chese, blue cheese untuk menghindari bakteri yang ada di dalamnya.

Tomat
Karena tomat dikonsumsi berikut kulitnya, pastikan selalu mencuci di bawah air yang mengalir.  Pastikan pula alat memasak yang digunakan seperti pisau untuk memotong sudah dalam kondisi bersih.

Tauge
Kadang suka malas membersihkan bagian ujung dari tauge. Padahal hal ini penting dilakukan agar tauge cukup aman di konsumsi. Proses membuang akarnya cukup makan waktu karena itu sering dibiarkan bersama akarnya. Mulai saat ini, luangkan
waktu untuk membersihkan tauge agar lebih bersih dan sehat saat dimakan.

 

Sumber: DetikHealth

Read Full Post »

Kadar gula yang tinggi dalam susu formula bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang, terutama pada bayi dan anak-anak. Sesudah anak selesai minum susu, biasakan untuk ‘membilas mulutnya dengan minum segelas air putih.
Anjuran umum yang banyak dilakukan para orangtua ini dibenarkan oleh ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dalam peluncuran kampanye Mulai Hidup Sehat dari Sekarang yang diprakarsai Danone-Aqua di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

“Susu mengandung karbohidrat dan laktosa (bentuk lain dari gula), yang bisa melekat di gigi lalu merusak lapisan email. Jadi anjuran itu benar, membersihkannya memang bisa dilakukan dengan kumur-kumur lalu minum air putih,” ungkap dr Oetoro.

Di dalam mulut, gula menciptakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bakteri jahat yang bisa merusak email atau lapisan terluar gigi. Akibatnya gigi menjadi berlubang, membusuk atau caries dan bahkan bisa menyebabkan gusi bengkak karena infeksi.

Selain dipicu oleh susu, gigi berlubang juga disebabkan oleh makanan atau minuman lain yang juga mengandung gula. Apalagi bagi anak-anak yang masanya suka jajan, jenis makanan yang paling disukai umumnya makanan manis seperti permen dan gulali.

Gigi yang paling rentan mengalami pembusukan maupun berlubang biasanya adalah gigi geraham. Selain karena posisinya paling belakang, gigi geraham paling banyak memiliki alur dan celah yang kadang-kadang sulit dijangkau saat menggosok gigi.

Meski gigi anak belum permanen dan akan tanggal suatu saat nanti, namun jika berlubang maka tetap akan berdampak pada kualitas hidupnya. Misalnya jika terjadi infeksi, maka anak akan mengalami demam dan akibatnya tidak bisa bermain dan masuk sekolah.

 

Sumber: DetikHealth

Read Full Post »

Bencana di Jepang memicu kekhawatiran akan adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasi bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.

Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Selain memicu evakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian.

Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.

Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez mengatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.

Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.

Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut.

  1. Mual muntah
  2. Diare
  3. Sakit kepala
  4. Demam.

Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pusing, mata berkunang-kunang
  2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
  3. Lemah, letih dan tampak lesu
  4. Kerontokan rambut dan kebotakan
  5. Muntah darah atau berak darah
  6. Tekanan darah rendah
  7. Luka susah sembuh.

Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun. Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.

  1. Kanker
  2. Penuaan dini
  3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
  4. Mutasi genetik.

 

Sumber: DetikHealth

Read Full Post »

Usus yang sehat sangat penting untuk menjalankan fungsi mencerna makanan dengan baik. Buah dan sayur bagus untuk kesehatan usus dan ilmuwan mengatakan bahwa mangga paling bagus untuk kesehatan usus.

“Mangga memiliki tingkat prebiotik yang lebih tinggi dari sayur dan buah lainnya, sehingga membantu menjaga usus sehat,” ujar ilmuwan dari Maharashtra Association Cultivation of Science’s Agharkar Research Institute (MACS-ARI), seperti dilansir Medindia, Rabu (9/3/2011).

Mangga telah dikenal sebagai buah dengan karbohidrat dan kalori yang tinggi. Selain itu, prebiotik pada mangga juga ditemukan sangat tinggi dari semua buah-buahan.

Prebiotik merupakan sejenis serat khusus yang bisa menjadi makanan bagi mikroorganisme di dalam usus. Prebiotik bisa dikatakan sebagai makanan non-cerna yang membantu pertumbuhan bakteri menguntungkan (probiotik) dalam usus. Prebiotik adalah makanan untuk probiotik.

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang diminum untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan di usus. Probiotik atau bakteri baik sangat membantu mencegah penyakit.
“Jika Anda memiliki sejumlah besar bakteri baik ini dalam tubuh Anda, maka lapisan dalam usus tetap sehat dan membantu mencegah penyakit seperti peradangan, penyakit usus, penyakit yang berhubungan dengan antibiotik, susah buang air besar dan irritable bowel syndrome (sindrom iritasi usus),” jelas Dr. Parimal Lawate, senior gastroenterologist.
Selama 10 tahun para ilmuwan telah mempelajari 90 jenis buah dan tanaman yang dapat dimakan untuk keberhasilan membantu pertumbuhan probiotik dalam sistem pencernaan.

“Studi kami menunjukkan bahwa L rhamnosus, yang merupakan bakteri menguntungkan yang tumbuh dalam medium yang mengandung mangga, membantu mengurangi keberadaan E coli. Hal ini menunjukkan potensi menjanjikan untuk varietas mangga sebagai sumber prebiotik,” jelas Vaishali Agte, ilmuwan di Agharkar Research Institute.

 

Sumber: DetikHealth

Read Full Post »

Hampir semua produk industri masa kini tidak ada yang bebas dari zat aditif (tambahan) dan zat pengawet. Keduanya telah digunakan dalam industri makanan, obat dan kosmetik selama ratusan tahun.

Zat pengawet adalah salah satu zat aditif yang tentu saja dipakai untuk membuat suatu produk tidak cepat rusak karena gangguan jamur, bakteri atau mikroba lainnya.

Ir Chandra Irawan, MSi, pakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analis Bogor menuturkan, sebagian produsen ‘nakal’ memang suka memasukkan zat pengawet seperti Calcium Propianate dan Potassium Bromate secara berlebihan ke dalam adonan roti. Pengawet ini biasanya ditambahkan agar roti lebih tahan lama dan tampilan selalu menarik.

Potassium Bromate (KBrO3) merupakan bread improver yang biasanya ditambahkan pada roti dan tepung, yang berfungsi sebagai pengembang adonan roti, membuat roti lebih kuat dan lebih elastis.

Tapi Potassium Bromate dianggap karsinogen (pemicu kanker) oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (Agency for Research on Cancer atau IARC) yang bisa berbahaya bila dikonsumsi, seperti dilansir nowpublic, Rabu (2/3/2011).

Sebuah penelitian yang dilakukan Y Kurokawa, A Maekawa, M Takahashi dan Y Hayashi dari Division of Toxicology, National Institute of Hygienic Sciences, Tokyo, juga telah menemukan bahwa KBrO3 dapat menginduksi tumor sel ginjal, mesotelioma dari peritoneum, dan sel tumor follicular tiroid, seperti dilansir ncbi.nlm.nih.gov.

Secara teori, substansi pengawet ini seharusnya keluar dari adonan roti selama dipanggang, tetapi jika terlalu banyak ditambahkan atau jika roti tidak dimasak cukup lama atau tidak pada suhu cukup tinggi, maka pengawet tersebut akan tetap bersisa pada roti.

“Pengawet itu kan fungsinya untuk membunuh mikroorganisme. Tapi kalau pengawetnya dimasukkan secara berlebihan, maka akan susah disintesis atau degradasi oleh tubuh, akhirnya terendapkan. Nah, lama-lama ini bisa memicu kanker karena kan sifatnya karsinoge,” jelas Ir Chandra.

Sedangkan Calcium Propianate digunakan sebagai pengawet dalam roti dan makanan yang dipanggang lainnya. Pengawet ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Tapi produsen seringkali menambahkan pengawet ini secara berlebihan dalam adonan roti.

“Ya tapi tidak semua produsen seperti itu, jadi harus pintar-pintar memilih,” jelas Ir Chandra.

Berikut beberapa cara yang diberikan Ir Chandra untuk membedakan roti yang menggunakan pengawet secara berlebihan, yaitu:

  1. Masa kadaluarsa roti menjadi sangat lama dari biasanya
  2. Tampilan roti sangat putih
  3. Teksturnya tidak lembut dan kenyal, tetapi menjadi agak keras sehingga bisa tahan lama.

 

Sumber: DetikHealth

Read Full Post »