Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘kertas putih’

Image

 

Jangan Biarkan Sebuah Titik Menghancurkan Seluruh Kehidupan Anda

Seorang motivator bisnis yg terkenal, Jim Rohn, diundang sebuah perusahaan untuk melakukanmotivasi memacu semangat karyawannya yg sudah mengendor.

Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yg besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pena persis di tengah kertas itu. Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir disana, lalu bertanya, “Apakah yang dapat anda lihat dari kertas ini?”

Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab, “Saya melihat sebuah titik hitam.”

“Baik, apa lagi yg anda lihat selain titik hitam?”

Karyawan yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama, “Hanya sebuah titik hitam…”

“Tidakkah anda melihat yang lainnya, selain titik hitam?”

“Tidak” dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.

“Bagaimana dgn lembaran kertas putih ini?” Jim kembali bertanya, “Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya? Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?”

Jim kemudian menjelaskan,

“Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai & mengabaikan akan banyak hal-hal yang baik, hal-hal yang dahsyat, hal-hal yang cermerlang, hal-hal yg indah, yang kita miliki atau pernah terjadi disekitar kita, kita hanya fokus & memberikan perhatian pada masalah kecil, masalah sepele, masalah keuangan, masalah kekecewaan, masalah kegagalan.

Banyak dari masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil, dalam lembaran kertas besar ini.

Masalah itu kadang hanyalah kecil , sepele & tidak signifikan, hanya saja kita yang seringkali membesar-besarkan masalah kecil.

Jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil & hampir tidak berarti.”

Apakah anda termasuk orang yang hanya selalu melihat titik hitam itu …. ??

Jadi prinsipnya adalah : Jika ada masalah yang besar harus dikecilkan, lalu setelah kecil dihilangkan.

Isilah/tulislah/gambarlah kertas putih itu dengan hal hal yang menyenangkan tapi tidak membinasakanmu.

Salam Sukses…

Tuhan memberkati.

Read Full Post »

Sebuah kisah

Bertahun-tahun yang lalu hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, terus terang saya menjadi seorang yang merasa kehidupan dunia ini datar-datar saja, tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri. Bagi saya saat tidurlah suatu kebahagiaan terindah. Entahlah, saya begitu menyesal atas apa yang saya miliki, istri, pekerjaan, kehidupan, kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai harapan. Saya selalu merasa menjadi orang yang KEKURANGAN di dunia ini. Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan. Saya tidak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat memberikan suatu nasehat yang sungguh luar biasa dan memberikan suatu gambaran utuh tentang sebuah arti syukur dalam kehidupan. Di suatu tempat aku dan sahabatku berbincang-bincang :

Ya… aku mengerti apa yang kau alami, tidak hanya kamu akupun sendiri pernah mengalami dan mungkin banyak orang lainnya, sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu, apa yang kamu lihat ?, ucap sahabatku.

Aku tidak melihat apa-apa semuanya putih, jawabku lirih.

Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya, sahabatku berkata “Nah..sekarang aku telah beri sebuah titik hitam diatas kertas itu, sekarang gambar apa yang kamu lihat?”.

“Aku melihat satu titik hitam”,
jawabku cepat.

“Pastikan lagi !”, timpal sahabatku.

“titik hitam”,
jawabku dengan yakin.

“Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi? cobalah rubah sudut pandangmu, menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut sedangkan kenapa engkau hanya melihat hitamnya saja dan itu pun hanya setitik ?”. Jawab Sahabatku dengan lantang,

“Sekarang mengertikah kamu ?, Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandangmu memandang hidup itu sendiri, jika engkau selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu”.

“Cobalah fahami, bukankah disekelilingmu penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kamu, kamu masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya ?, Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu dilain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada kamu, kamu masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpananmu di hari tua, tabungan, asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?” dan juga……………

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kamu.

Itulah kamu, betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kamu lupa kelemahan dan kekurangan diri kamu..

Itulah kamu, betapa mudahnya kamu menyalahkan dan mengingkari- Nya atas kesusahan hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidupmu.

Itulah kamu betapa mudahnya menyesali hidup kamu padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kamu dan menanti kamu

“Mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN KERTAS INI BERWARNA PUTIH ?, sekarang mengertikah engkau?“, ucap sahabatku sambil pergi (entah kemana).

“Ya aku mengerti”, ucapku lirih.

Kertas itu aku ambil, aku buatkan satu pigura indah dan aku gantung di dinding rumahku. Bukan untuk SESEMBAHAN bagiku tapi sebagai PENGINGAT dikala lupa,..lupa. .. bahwa begitu banyak warna putih di hidupku daripada sebuah titik hitam. Sejak itu aku mencintai HIDUP ini. Hidup adalah suatu anugerah yang paling besar yang diberikan kepada kita oleh Perekayasa Agung… Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Pak Mario juga pernah berpesan kepadaku :

Kadang-kadang Tuhan menaruh kita pada tempat yang sulit supaya kita tahu dan menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALUMENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN………….

Read Full Post »